Berita

Pemprov. Kep. Babel Terima Penghargaan BPH Migas Award 2023

PANGKALPINANG - Dua inovasi dalam rangka pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Kep. Babel) kembali diakui di tingkat nasional.

Tepat di penutup tahun 2023, dua inovasi Pemprov. Kep. Babel ini diganjar Penghargaan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) Award 2023 di Bogor, Jawa Barat. Selain Pemprov Babel, ada 27 kementerian/lembaga, kepala daerah dan badan usaha yang mendapatkan apresiasi karena telah mendukung kebijakan di sektor hilir migas.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Yani, yang juga Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Prov. Kep. Babel, dalam keterangannya menjelaskan, dua inovasi yang dinilai terhadap pengendalian serta pengawasan penyaluran BBM bersubsidi ini yaitu penerapan kartu kendali atau fuel card dan penerbitan Surat Edaran (SE).

Dirinya mengaku sangat bersyukur atas apresiasi ini. Penghargaan tersebut, menurut dia, tentunya akan menjadi pemacu pihaknya dalam membuat inovasi-inovasi lain untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam mendapatkan manfaat subsidi yang dikucurkan pemerintah.

Ia juga menilai, usaha ini tak lepas dari koordinasi serta kolaborasi dengan pihak terkait diantaranya PT Pertamina Patra Niaga, BRI, jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-Babel, serta dukungan masyarakat. 

"Jadi, ini buah hasil kerja keras kita bersama," ujar Plt. Asisten Yani saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (4/01/23).

Diterangkannya, ihwal hadirnya inovasi untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi solar ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan panjangnya antrean kendaraan untuk mengisi solar bersubsidi di seluruh SPBU di Babel.

"Ini sudah berlangsung lama, dan kita mulai inovasi tersebut di 2019 (semasa Gubernur Erzaldi Rosman). Sebab, kita paham bahwa ini akan mengakibatkan inflasi karena tingginya harga solar yang di jual di pasar bebas. Imbasnya, harga bahan pokok menjadi naik," ungkap Plt. Ahmad Yani didampingi Koordinator bidang SDA BUMD BLUD Biro Ekbang Heru Widarto dan Sales Area Manajer Retail PT Pertamina Patra Niaga Babel, Adeka Sangtraga Hitapriya.

Walaupun terdapat pro kontra, hingga saat ini, sebut Plt Asisten Yani, Biro Ekbang Setda Babel yang menjadi motor penggerak pemberlakuan kebijakan itu tetap konsisten terhadap kebijakan tersebut, hingga akhirnya menarik perhatian pemerintah pusat dan berhasil meraih penghargaan BPH Migas Award 2023.

"Kebijakan ini ternyata banyak dicontoh oleh provinsi lainnya, karena dinilai efektif menjaga pendistribusian BBM subsidi yang sudah ditetapkan kuotanya dari pusat untuk disalurkan ke penerima manfaat subsidi. Dan karena konsisten tadi, penilaian mereka, kita layak mendapatkan penghargaan ini," ungkapnya.

Ke depan, diakui Plt. Asisten Yani, bahwa dua inovasi ini akan terus dijalankan pihaknya sebagai upaya tertib penyaluran pendistribusian BBM bersubsidi. 

"Apa lagi saat ini, kebijakan yang kita buat mendapat dukungan penuh oleh bapak Kapolda Babel," ucapnya.

Sementara Sales Area Manajer Retail PT Pertamina Patra Niaga Babel, Adeka Sangtraga Hitapriya menyampaikan ucapan selamat kepada Pemprov. Kep. Babel atas diraihnya penghargaan tersebut.

"Setiap pertemuan saya selalu sampaikan, bahwa wajah Babel saat ini banyak berubah, karena pemerintahnya sangat terbuka akan inovasi," ungkapnya.

Pertamina pun sangat terbantu dengan inovasi tersebut dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya untuk mengatur hingga memonitor pendistribusian BBM subsidi agar tepat sasaran.

Di sisi pelayanan sendiri, kata Adeka, pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Bahkan keluhan dan masukan konsumen terhadap pelayanan SPBU maupun pangkalan elpiji dapat disampaikan di call center WhatsApp Only PT Pertamina Patra Niaga Babel.

"Untuk masyarakat, tidak perlu panik, kalau ada keluhan di SPBU maupun di pangkalan elpiji, bisa kontak ke call center kami. Khusus pulau Bangka di nomor 0823 2963 7886 dan di pulau Belitung 0811 7999 775. Bisa juga ke call center Pertamina 135," jelasnya.

Pihaknya akan berupaya untuk cepat memberikan respon terhadap segala keluhan yang disampaikan di call center lokal tersebut.

"Semua keluhan akan direspon cepat oleh PT Pertamina Patra Niaga Babel. Keluhan ini bisa terkait subsidi tepat, kuota yang terpakai (disabotase) nanti kita follow up, khusus whatsapp only pada jam kerja," jelasnya.

Sumber: 
Biro Umum
Penulis: 
Dini
Fotografer: 
Dini
Bidang Informasi: 
Biro Umum