PANGKALPINANG - Diseminasi tranfer pusat ke daerah memperlihatkan bahwa ketimpangan antara transfer pusat dan daerah tidak begitu besar, begitu juga yang berhubungan dengan gini ratio yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov. Kep. Babel), sehingga berdampak baik.
Namun, Provinsi Bangka Belitung dan rata-rata seluruh Indonesia, 70% nya masih mengandalkan transfer pusat untuk pembangunan di tahun 2004. Sedangkan 30% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Yani, yang juga Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Prov. Kep. Babel, mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Safrizal ZA, saat menjadi keynote speaker pada acara Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III dan Evaluasi Transfer ke Daerah Prov. Kep. Babel Tahun 2023, di Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Babel, Pangkalpinang, Rabu (20/12/23).
"Harapan kita, mudah-mudahan dana yang telah ada ini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung," ungkapnya.
Dijelaskannya, fokus pembahasan pada acara diseminasi DJPb Bangka Belitung ini tidak lain adalah tentang kemiskinan ekstrem, inflasi, dan stunting, yang juga merupakan pembahasan di seluruh Indonesia.
"Pada dasarnya, pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 nanti menjadi 0% dan kita perlu usaha yang cukup besar dalam mencapai tujuan ini. Selain itu, semoga DIPA yang telah diserahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah seluruh Indonesia, maupun DPA untuk APBD kita, dapat memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat Bangka Belitung," terangnya.
Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat baik untuk menambah wawasan serta khasanah tentang keuangan pusat maupun daerah, tentang penggunaan keuangan maupun realisasi.
Sehingga diharapkan kepada pemerintah provinsi, kabupaten maupun kota, agar dalam pelaksanaan pelaporan APBN, dapat dilakukan secara tepat waktu, tepat sasaran, dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat mendorong perekonomian di Bangka Belitung menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Hal senada diungkapkan Kepala Kanwil DJPb Babel Edih Mulyadi yang menjelaskan bahwa Diseminasi KFR itu merupakan suatu bentuk publikasi dari produk kajian yang dihasilkan DJPb secara triwulan. Yang tujuannya, untuk menyampaikan kinerja fiskal dan kondisi perekonomian di regional Bangka Belitung.
Kemudian, untuk triwulan ketiga yang di desiminasikan kali ini, membahas secara lebih dalam terkait ketimpangan fiskal secara vertikal maupun horizontal yang menjadi parameter kemandirian daerah di Babel, sekaligus membahas evaluasi penyaluran tranfer ke daerah tahun 2023.
"Sedangkan terkait realisasi anggaran, Bangka Belitung hingga triwulan III sudah cukup baik. Namun kita berharap akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.









